Museum Gula Gondang Winangoen Klaten Jawa Tengah

Museum Gula Gondang Winangoen yang berada di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kemungkinan ialah sebuah tempat yang istimewa. Betapa tidak, ini ialah sebuah museum gula satu-satunya di Indonesia dan apa pun yang terkait dgn industri gula tersimpan di dalamnya.

museum gula gondang winangoen klaten jawa tengah
Oleh sebab sudah berjanji dgn Manajer Operasional Pabrik Gula Gondang Baru Pak Joko Indarto buat bertandang ke museum, usai menengok saudara di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, selaku penulis artikel menyempatkan diri memenuhi janji yang terlanjur selaku penulis artikel ucapkan. Usai mengontak pria berumur 30  itu, selaku penulis artikel segera menuju ke lokasi yang terletak di pinggir jalan raya Klaten – Jogjakarta.

Pak Joko yang juga bertugas selaku administrator museum, kendati hari libur, tapi sudah terlihat di kantornya. Tanpa menunggu lebih lama, ia mengajak berkeliling areal museum, termasuk rumah-rumah dinas yang sempat digunakan pembuatan beberapa kali film nasional. “Salah satunya film Soekarno dari sutradara Hanung Bramantyo,” terangnya.

Di MUSEUM GULA GONDANG WINANGOEN Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, lanjut Pak Joko, tersimpan berbagai benda kuno yang dulunya terkait dgn industri gula. Di mana, areal museum yang masih satu lokasi dgn PGGB, wisatawan lokal atau manca negara selain dapat mengetahui secara detail proses pembuatan gula, juga dapat melihat mesin-mesin raksasa bertenaga uap alias berbahan bakar kayu.

Bahkan, salah satu mesin giling tertua dibuat  1884 oleh Perancis. Sementara buat pengangkutan, lokomotif tertua ialah loko merk Linkehofman buatan  1923. Di halaman museum, terlihat beragam alat produksi daripenggilingan berbahan batu, kayu sampai ke  logam. Sementara buat mendukung transportasi, nampak gerobak sapi, lokomotif uap bedan lorinya. “Susah membayangkan jaman dulu sebelum ada pabrik gula, bangsa Indonesia pengunjung sudah merintis pembuatan gula dgn menggunakan peralatan dari batu,” kata Pak Joko sembari menunjuk gilingan tradisional.

Sisi menarik yang ada di MUSEUM GULA GONDANG WINANGOEN, tempat ini ialah satu-satunya di Indonesia. Artinya, kendati di negara pengunjung terdapat banyak pabrik gula, tapi, yang menyimpan berbagai benda pun barang kuno terkait pembuatan gula hanya ada di Klaten, Jawa Tengah. “Di Asia, setahu selaku penulis artikel hanya ada dua. Satu di Indonesia, satunya lagi di Taiwan,” kata Pak Joko.

Buat mengunjungi MUSEUM GULA GONDANG WINANGOEN, wisatawan lokal atau manca negara hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5.000, kebetulan bagi Kompasianer bebas bea. Selain dapat mempelajari seluk beluk pembuatan gula, di museum yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Rustam di  1982 ini, juga menyediakan kereta berlokomotif diesel berkeliling areal pabrik dgn harga Rp 7.000 per orang. Kebetulan ketika itu terdapat anak-anak yang berkunjung, sesampai ke  mereka menikmati jalannya kereta lengkap bersama keceriaan ala anak-anak.

wisata naik kereta tebu
Di ruangan dalam, wisatawan lokal atau manca negara disuguhi replika mesin-mesin produksi, sesampai ke  bagi anak sekolah, ada edukasi yang didapat ketika mengunjungi MUSEUM GULA GONDANG WINANGOEN. Di mana, menurut Pak Joko, proses pembuatan gula, ternyata tak sesederhana ketika pengunjung menikmatinya.

Setidaknya buat mewujutkan sesendok gula pasir, maka harus melalui sedikitnya 8 tahap. “Penjelasan yang paling gampang, dimulai dari penanaman tebu, masa penen, selanjutnya dikirim ke stasiun penimbangan, terus digiling, lalu masuk stasiun pemurnian. Dilanjutkan ke stasiun penguapan, lalu masuk ke stasiun kristalisasi, berlanjut ke stasiun putaran dan terakhir ke tahab finishing yakni stasiun penyelesaian,” jelas Pak Joko.

Daristasiun penimbangan sampai ke  ke stasiun penyelesaian, pabrik menggunakan talang Loyang raksasa. Gula disaring dan dikeringkan buat mendapatkan gula halus, gula krikilan pun gula produk. Khusus gula halus dan krikilan lalu dilembutkan di stasiun kristalisasi, sedangkan gula produk langsung dikemas @50Kg. Dari apa yang disampaikan oleh Pak Joko, ternyata pembuatan gula amat rumit.

Apa lagi, di  1860an, sarana produksi belum secanggih sekarang. Maka dapat dibayangkan betapa susahnya transportasi hasil panen tebu ketika dibawa ke pabrik. Tak heran bila di halaman museum terdapat gerobak sapi yang dulunya dimanfaatkan buat mengangkut panenan tebu.

Itulah sedikit gambaran kondisi MUSEUM GULA GONDANG WINANGOEN yang ialah sebuah satu-satunya museum di Indonesia, bila pengunjung mengunjunginya, maka bakal menerima edukasi yang sungguh berharga. Paling tidak, pengunjung akan mengerti teknologi di jaman dulu yang susah. Kendati pabrik gula didirikan oleh pemerintahan kolonial Belanda, tapi, peran bangsa Indonesia pengunjung juga tak sedikit. Sebab, sehebat apa pun mesin yang digunakan, tanpa operator hanya akan jadi seonggok besi.